KEPUHAN, CIREBON – Setelah upaya pencarian intensif selama tiga hari, misi pencarian terhadap korban tenggelam atas nama Afandi akhirnya mencapai titik akhir. Korban yang dilaporkan terseret arus Kali Kriyan sejak beberapa hari lalu, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) pagi.
​Kronologi Penemuan

​Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh seorang pemulung bernama Munadi sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan terjadi di area pesisir laut, tepatnya di kawasan hutan mangrove yang masuk dalam wilayah RW 09, Kelurahan Kesepuhan.
​Saat itu, saksi yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi melihat objek mencurigakan di tumpukan sampah dan akar mangrove. Setelah dipastikan bahwa objek tersebut adalah jenazah manusia, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan tim SAR gabungan yang berada di posko pencarian.
​Evakuasi oleh Tim Gabungan
​Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Pol Airud, TNI, serta unsur Polsek dan Kecamatan langsung meluncur ke lokasi penemuan. Medan yang berupa rawa mangrove dan tumpukan sampah sempat menjadi tantangan, namun jenazah berhasil dievakuasi dengan cepat oleh petugas.
​Apresiasi untuk Sinergitas Petugas
​Lurah Kesepuhan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini.
​"Kami berterima kasih kepada BPBD, TNI-Polri, Tim SAR, dan seluruh warga, khususnya Pak Munadi yang memberikan informasi awal. Sinergi semua pihak sejak hari pertama hingga hari ketiga ini sangat luar biasa dalam membantu proses pencarian hingga korban ditemukan," ungkapnya di lokasi kejadian.
​Penutup Misi Kemanusiaan
​Dengan ditemukannya jenazah Afandi, maka operasi pencarian di Kali Kriyan dan pesisir Kesepuhan secara resmi dinyatakan ditutup. Jenazah selanjutnya dibawa oleh pihak terkait untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
​Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga di sekitar bantaran Kali Kriyan untuk selalu waspada, terutama saat kondisi arus sungai sedang deras. Selamat jalan, Afandi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.