​LEMAHWUNGKUK – Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima dan terintegrasi di tingkat dasar, Kecamatan Lemahwungkuk menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Kamis (21/05/2026). Bertempat di Ruang Witana, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran aparatur kelurahan, puskesmas, serta para kader Posyandu se-Kecamatan Lemahwungkuk.

​Camat Lemahwungkuk dalam arahannya menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendukung 6 urusan wajib pelayanan dasar pemerintah, yang meliputi sektor Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, serta Sosial. Melalui peningkatan kapasitas ini, para kader diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, inklusif, dan akuntabel.

​Evaluasi Penerapan Posyandu Siklus Hidup dan Tantangan SDM

​Selain pemaparan materi teknis, agenda ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk.

​Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pada dasarnya seluruh Posyandu di Kecamatan Lemahwungkuk telah menerapkan konsep Posyandu Siklus Hidup. Namun, pelaksanaannya sejauh ini belum dapat dilakukan serentak dalam satu waktu secara bersamaan akibat adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen waktu.

​Kabar baik datang terkait pemenuhan sarana penunjang, di mana pengadaan Kartu Bantu Posyandu Siklus Hidup dilaporkan telah masuk ke dalam plot anggaran Dinas Kesehatan untuk tahun anggaran 2027 mendatang. Pemerintah kecamatan dan puskesmas berharap rencana realisasi ini berjalan lancar demi kelancaran administrasi di meja pelayanan.

​Profil Kompetensi dan Sertifikasi 399 Kader Lemahwungkuk

​Peningkatan kualitas Posyandu tidak lepas dari aspek standardisasi kompetensi para kadernya. Dari total 399 kader yang tersebar di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk, tercatat masih ada 52 kader yang belum mengikuti Uji Kompetensi 25 Keterampilan Dasar. Dari jumlah tersebut, tantangan terbesar berada di Kelurahan Kesepuhan dengan angka mencapai 42 kader yang belum teruji.

​Secara akumulatif, berikut adalah peta status kualifikasi kader Posyandu di Kecamatan Lemahwungkuk saat ini:

  • ​Kader Purwa: 105 Orang
  • ​Kader Madya: 91 Orang
  • ​Kader Utama: 31 Orang
  • ​Belum Bersertifikat: 172 Orang

​Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama bagi pihak Kelurahan dan Puskesmas untuk terus mendorong percepatan uji kompetensi dan sertifikasi, agar seluruh kader memiliki kualifikasi yang merata dalam melayani masyarakat.

​Posyandu Sakura Kelurahan Panjunan Disepakati Sebagai Posyandu Model

​Guna memberikan pembanding dan contoh nyata keberhasilan pengelolaan, dalam forum koordinasi ini pihak kelurahan dan puskesmas lintas wilayah menyepakati satu keputusan strategis. Posyandu Sakura yang berlokasi di Kelurahan Panjunan secara resmi diusulkan menjadi Posyandu Model (Percontohan) untuk wilayah Kecamatan Lemahwungkuk.

​Posyandu Sakura dinilai memiliki kesiapan, tata kelola administrasi, dan komitmen kader yang solid sehingga layak menjadi acuan bagi Posyandu-Posyandu lainnya di Lemahwungkuk dalam mengimplementasikan integrasi layanan primer secara utuh.

Gambar​Melalui penyelenggaraan Bimtek dan sinkronisasi data ini, Kecamatan Lemahwungkuk optimis dapat terus membenahi sektor pelayanan dasar demi mewujudkan slogan: "Posyandu Kuat, Masyarakat Sehat, Generasi Hebat!"