Alun-alun Kasepuhan, yang dikenal sebagai Alun-Alun Sangkala Buana, adalah ruang terbuka bersejarah yang terletak di depan Keraton Kasepuhan, Cirebon, dan sudah ada sejak abad ke-15. Alun-alun ini berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan, latihan prajurit (Sabtonan), dan tempat eksekusi pada masa kolonial Belanda.

Berikut adalah poin penting asal-usul Alun-alun Kasepuhan:
- Fungsi Awal (Abad ke-15): Didirikan bersamaan dengan Keraton Pakungwati (sekarang Kasepuhan) yang didirikan Pangeran Walangsungsang, digunakan untuk upacara kebesaran keraton.
- Tempat Sabtonan: Dahulu menjadi pusat latihan prajurit keraton yang dilakukan setiap hari Sabtu.
- Masa Kolonial Belanda: Di sudut utara terdapat tiang hukum syariat (dari kayu jati dan batu bata) yang digunakan untuk eksekusi terpidana, menjadi tempat menakutkan pada masa itu.
- Renovasi Modern: Pada tahun 2022, alun-alun direvitalisasi dengan penambahan gapura bata merah khas Cirebon, menjadikannya destinasi wisata kota.
- Filosofi: Sebagai bagian dari tata kota tradisional Jawa (Keraton-Alun-alun-Masjid), alun-alun melambangkan keseimbangan hubungan antara rakyat dan sultan, serta pusat kegiatan sosial dan keagamaan.
Saat ini, Alun-alun Sangkala Buana menjadi ruang publik yang ramai untuk wisata religi dan budaya di Kota Cirebon.