ASAL MUASAL MASJID PEJLAGRAHAN

ASAL MUASAL MASJID PEJLAGRAHAN

Masjid Pejlagrahan, didirikan oleh Pangeran Cakrabuana (Walangsungsang) pada kisaran 1431-1452 M, adalah masjid tertua di Cirebon yang menjadi pusat syiar Islam pertama sebelum adanya Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Terletak di belakang Keraton Pakungwati, bangunan ini dahulu berada di tepi pantai (Pelabuhan Muara Jati) dan menjadi tempat ibadah para nelayan serta musyawarah.

Gambar

Berikut adalah poin penting sejarah dan keunikan Masjid Pejlagrahan:

  • Pendiri dan Tujuan: Didirikan oleh Pangeran Cakrabuana sebagai pusat syiar Islam, tempat ibadah para nelayan, dan pusat musyawarah.
  • Asal Nama: Nama "Penjagrahan" berasal dari kata jala (laut) dan geraha (rumah/bangunan), menandakan posisinya yang dulu berada di pesisir.
  • Perubahan Lokasi: Akibat proses pendangkalan alami (sedimentasi) di pesisir, posisi masjid kini tidak lagi di pinggir pantai seperti saat didirikan.
  • Renovasi dan Keaslian: Masjid ini direnovasi pada tahun 1994, namun beberapa bagian asli seperti soko guru (tiang), pintu, tempat wudu, dan piring ornamen dari Tiongkok tetap dipertahankan.
  • Filosofi: Pintu masjid didesain rendah untuk mengajarkan kerendahan hati. 

Masjid ini berlokasi di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menjadikannya salah satu situs sejarah penting penyebaran agama Islam di Jawa Barat. 

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599